Selasa, 29 November 2011

Patung Garuda Wisnu Kencana ( GWK Statue )

Ayo kita berwisata ke Bali Selatan !!

Obyek wisata yang pertama adalah Patung Garuda Wisnu Kencana atau yang dikenal dengan GWK,
Mau tahu gambarnya ?? Mau ?? :D 
Nih dia :





Monumen Garuda Wisnu Kencana, terdiri dari patung Garuda dan patung Dewa Wisnu (Bukit Ungasan, Jimbaran, Bali)

Gagah ya patungnya? Iya pasti. Besar? Iya doong jelas. Direncanain buat jadi patung tertinggi di dunia dan ngalahin Patung Liberty, gitu. :O

Tapi, predikat patung terbesar di dunia ini, masih belum bisa kita boyong sekarang nih. Masih mesti nunggu hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

*Loh? Kenapa? o.O

Buat yang udah pernah liat langsung, mungkin udah tahu kalo patung-patung di atas masih diletakkan terpisah dan masih dalam keadaan setengah matang, alias belum jadi sepenuhnya (kedua tangan untuk patung Dewa Wisnu-nya juga masih terpisah dari badannya). Penyelesaian proyeknya masih tertunda karena beberapa hal (salah satunya tentu masalah dana. Hehe).

Monumen GWK ini nantinya diharapkan jadi masterpiece buat pariwisata Indonesia, khususnya Bali. Selain direncanakan jadi monumen dengan tinggi patung yang WAH (kurang lebih 145 m), lokasi monumen juga merupakan taman budaya yang menyatukan unsur alam, kebudayaan dan tradisi kuno lewat wujud yang lebih modern.

Mau tahu lebih lengkapnya?? Mau??
Nih dia :


Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (bahasa Inggris: Garuda Wisnu Kencana Cultural Park), disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter.
Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut.
Di kawasan itu terdapat juga Patung Garuda yang tepat di belakang Plaza Wisnu adalah Garuda Plaza di mana patung setinggi 18 meter Garuda ditempatkan sementara. Pada saat ini, Garuda Plaza menjadi titik fokus dari sebuah lorong besar pilar berukir batu kapur yang mencakup lebih dari 4000 meter persegi luas ruang terbuka yaitu Lotus Pond. Pilar-pilar batu kapur kolosal dan monumental patung Lotus Pond Garuda membuat ruang yang sangat eksotis. Dengan kapasitas ruangan yang mampu menampung hingga 7000 orang, Lotus Pond telah mendapatkan reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan acara besar dan internasional.
Terdapat juga patung tangan Wisnu yang merupakan bagian dari patung Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu langkah lebih dekat untuk menyelesaikan patung Garuda Wisnu Kencana lengkap. Karya ini ditempatkan sementara di daerah Tirta Agung.

Bagi yang nggak tahu, arti dari Garuda Wisnu Kencana adalah Burung Garuda Kendaraan Dewa Wisnu.
Jadi, di patungnya nanti, memang akan keliatan Dewa Wisnu sedang mengendarai Garuda tersebut.

Pasti ada yang bertanya-tanya kenaa Burung Garuda bisa menjadi kendaraan dari Dewa Wisnu? Bener khan? Ayo ngaku ! Ini aku kasi asal usulnya :


Dikisahkan, pada suatu hari Sang Winata dan Sang Kadru, istri Bagawan Kasyapa, mendengar kabar tentang keberadaan seekor kuda bernama Uccaihsrawa, hasil pemutaran Gunung Mandara atau Mandaragiri. Sang Winata mengatakan bahwa warna kuda tersebut putih semua, sedangkan Sang Kadru mengatakan bahwa tubuh kuda tersebut berwarna putih sedangkan ekornya saja yang hitam. Karena berbeda pendapat, mereka berdua bertaruh, siapa yang tebakannya salah akan menjadi budak. Mereka berencana untuk menyaksikan warna kuda itu besok sekaligus menentukan siapa yang salah.
Sang Kadru menceritakan masalah taruhan tersebut kepada anak-anaknya. Anak-anaknya mengatakan bahwa ibunya sudah tentu akan kalah, karena warna kuda tersebut putih belaka. Sang Kadru pun cemas karena merasa kalah taruhan, maka dari itu ia mengutus anak-anaknya untuk memercikkan bisa ke ekor kuda tersebut supaya warnanya menjadi hitam. Anak-anaknya menolak untuk melaksanakannya karena merasa perbuatan tersebut tidak pantas. Sang Kadru yang marah mengutuk anak-anaknya supaya mati ditelan api pada saat upacara pengorbanan ular yang diselenggarakan Raja Janamejaya. Mau tak mau, akhirnya anak-anaknya melaksanakan perintah ibunya. Mereka pun memercikkan bisa ular ke ekor kuda Uccaihsrawa sehingga warnanya yang putih kemudian menjadi hitam. Akhirnya Sang Kadru memenangkan taruhan sehingga Sang Winata harus menjadi budaknya.
Sementara itu, telur yang diasuh Sang Winata menetas lalu munculah burung gagah perkasa yang kemudian diberi nama Garuda. Sang Garuda mencari-cari kemana ibunya. Pada akhirnya ia mendapati ibunya diperbudak Sang Kadru untuk mengasuh para naga. Sang Garuda membantu ibunya mengasuh para naga, namun para naga sangat lincah berlari kesana-kemari. Sang Garuda kepayahan, lalu menanyakan para naga, apa yang bisa dilakukan untuk menebus perbudakan ibunya. Para naga menjawab, kalau Sang Garuda mampu membawa tirta amerta ke hadapan para naga, maka ibunya akan dibebaskan. Sang Garuda menyanggupi permohonan tersebut.
Singkat cerita, Sang Garuda berhasil menghadapi berbagai rintangan dan sampai di tempat tirta amerta. Pada saat Sang Garuda ingin mengambil tirta tersebut, Dewa Wisnu datang dan bersabda, “Sang Garuda, jika engkau ingin mendapatkan tirta tersebut, mintalah kepadaku, nanti pasti aku berikan”. Sang Garuda menjawab, “Tidak selayaknya jika saya meminta kepada anda sebab anda lebih sakti daripada saya. Karena tirta amerta anda tidak mengenal tua dan mati, sedangkan saya tidak. Untuk itu, berikanlah kepada saya anugerah yang lain”. Dewa Wisnu berkata, “Jika demikian, aku memintamu untuk menjadi kendaraanku, sekaligus menjadi lambang panji-panjiku”. Sang Garuda setuju dengan permohonan tersebut sehingga akhirnya menjadi kendaraan Dewa Wisnu. Kemudian Sang Garuda terbang membawa tirta, namun Dewa Indra tidak setuju kalau tirta tersebut diberikan kepada para naga. Sang Garuda mengatakan bahwa tirta tersebut akan diberikan kalau para naga sudah selesai mandi.
Sampailah Sang Garuda ke tempat tinggal para naga. Para naga girang ingin segera meminum amerta, namun Sang Garuda mengatakan bahwa tirta tersebut boleh diminum jika para naga mandi terlebih dahulu. Para naga pun mandi sesuai dengan syarat yang diberikan, tetapi setelah selesai mandi, tirta amerta sudah tidak ada lagi karena dibawa kabur oleh Dewa Indra. Para naga kecewa dan hanya mendapati beberapa percikan tirta amerta tertinggal pada daun ilalang. Para naga pun menjilati daun tersebut sehingga lidahnya tersayat dan terbelah. Daun ilalang pun menjadi suci karena mendapat tirta amerta. Sementara itu Sang Garuda terbang ke surga karena merasa sudah menebus perbudakan ibunya.

Liat cerita di balik monumen GWK dan lika-liku pembuatannya, rasanya pengen bgt cepet2 liat monumen selesai dan berdiri dengan gagahnya di Bali ya.

Hwaah, jadi mari kita berdoa bareng2 semoga monumen dan patung GWK ini bisa segera selesai dan jadi salah satu kebanggaan dan ikon pariwisata Indonesia di mata dunia!



Miniatur Garuda Wisnu Kencana (rencananya, si patung besar buat monumen GWK itu, bentuknya nanti bakal kya gini nih)

 Udah dulu ya !!

***Pendahuluan***

Hay semuaaa :) 


Makasih udah buka http://obyekwisatakrisna.blogspot.com !!

Di blog ini, kalian akan aku kasih tau tentang obyek - obyek wisata di Pulau Bali ! :))

Hmm, sebenarnya aku juga bingung, karena semua tempat di Bali kyk'a obyek wisata, hihihihi :D

Hahahaha udah dulu ya SELAMAT MEMBACA!!!

Salam Hangat

Penulis